Banyak diantara kita yang suka menunda nunda pekerjaan karena malas. Kebiasaan seperti itu tentu merupakan suatu penyakit yang terkadang tanpa kita sadari telah menjadi kebiasaan, mulai malas bangun tidur, malas berolahraga, malas menyelesaikan tugas kantor, hingga malas makan dan sebagainya.
Sebenarnya, orang malas identik dengan orang yang memiliki rasa takut yang berlebihan. Mengapa demikian?
Menurut penelitian, rasa malas merupakan penyakit mental yang timbul karena kita takut menghadapi konsekuensi masa depan. Yang disebut masa depan disini bukan satu dua tahun kedepan, tetapi juga satu dua menit dari sekarang. Contohnya, ketika Anda malas bangun tidur, Anda akan bertanya dalam hati “Satu menit lagi saya akan bangun”. Tetapi kenyataanya, barang kali Anda akan berlama lama di kamar tidur, sampai akhirnya memeang waktunya tiba untuk siap siap pergi ke kantor atau ke kampus.
Kebiasaan malas juga timbul karena kita cederung mengaitkan masa depan dengan persepsi negative. Anda menunda nunda pekerjaan karena cenderung membayangkan setumpuk tugas yang harus dilakukan di kantor. Belum lagi ketika anda harus berhubungan dengan orang-orang yang tidak Anda sukai, misalnya.
Sayangnya, menunda-nunda pekerjaan pada akhirnya akanmengundang stress karena mau tidak mau suatu saat Anda harus mengerjakannya juga. Pada waktu yang sama, Anda mungkin memiliki pekerjaan lain.
Dalam beberapa hal, Anda pun akan kehilangan momen untuk berkembang, ketika Anda mengatakan “tidak” terhadap sebuah kesempatan. Anda malas bertindak karena bayangan negatif tentang hal-hal yang memberatkan di depan.
Lalu, apa jadinya ketika pekerjaan yang menjadi beban kita merupakan pekerjaan yang mengandung resiko besar, maka kelalaian bisa berakibat fatal.
Berikut ini beberapa tipsuntuk mengatasi rasa malas yang bisa dipraktekan dilingkungan keluarga, kampus, ataupun di tempat kerja Anda.
Ganti “kapan selesianya “dengan “saya mulai sekarang”.
Bila Anda dihadapkan dengan tugas besar, Anda sebaiknya JANGAN berpikir mengenai rumitnya tugas tersebut dan membayangkan kapan selesainya. Sebaliknya, fokuslah pada pikiran positif dengan membagi tugas besar menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan menyelesaiakannya satu persatu.
Katakana setiap Anda bekerja “Saya mulai sekarang”. Cara pandang ini akan menghindarkan Anda dari perasaan dibebani, stress, dan kesulitan. Anda membuat sederhana tugas denga sikap positif. Focus anda hanya pada satu hal pada satu waktu, bukan banyak hal pada waktu yang sama.
Ganti “saya harus” dengan “saya ingin”.
Berpikir bahwa Anda harus mengerjakan sesuatu secara otomatis akan mengundang perasaan terbebani dan Anda menjadi malas mengerjakannya. Anda akan mencari seribu alas an untuk menghindari tugas tersebut.
Satu tips yang bisa Anda gunakan adalah mengganti “saya harus mengerjakannya”dengan “Saya ingin mengerjakannya. Cara berpikir seperti itu akan menghilangkan mental blok dengan menerima bahwa Anda tidak harus melakukan pekerjaan yang Anda tidak mau.
Anda mau mengerjakan tugas karena memang Anda ingin mengerjakannya, bukan karena paksaan pihak lain. Anda selalu punya pilihan dalam hidup ini. Tentunya, pilihan Anda sebaiknya dibuat dengan sadar dan tidak merugikan orang lain. Intinya, tidak ada seorang pun yang memaksa Anda untuk melakukan pekerjaan yang Anda sendiri tidak menyukai.
Anda bukan manusia “Sempurna”.
Berpikir bahwa Anda harus mengerjakan pekerjaan sesempurna mungkin akan membawa Anda dalam kondisi mental tertekan. Akibatnya, Anda akan malas melakukannya. Anda harus bisa menerima bahwa Anda pun bisa berbuat salah dan tidak semua harus sempurna.
Dalam konteks pekerjaan, Anda mempunyai kesempatan untuk memperbaiki berulang kali. Anda selalu bisa bernegosiasi dengan Bos Anda untuk minta waktu tambahan dengan alas an yang masuk akal. Mulai pekerjaan yang kecil dan sederhana, lalu tingkatkan seiring berjalannya waktu. Berpikir bahwa pekerjaan harus diselesaikan secara sempurna, akan membuat Anda memandang pekerjaan itu dari hal yang besar dan rumit.
Kemalasan merupakan suatu yang normal dari hidup Anda.karena dia normal, maka dia pun bisa diatasi.
Tips diatas bisa menjadi awal untuk berpikir dan bertindak berbeda dari biasanya sehingga Andatidak menyia-nyiakan kesempatan hanya karena malas mengerjakannya.
Sumber : majalah KONTAK produksi PT Kereta Api

0 comments:
Post a Comment